Facebook Twitter Google RSS
Tampilkan postingan dengan label plywood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plywood. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Apa sebenarnya yang disebut dengan plywood?

Ady Kurniawan Putera     14:57  No comments
Dalam bahasa Indonesia disebut kayu lapis dan dalam bahasa sehari-hari para tukang kayu awam menyebutnya tripleks, walaupun sebenarnya lebih dari 3 lapisan. Di instansi pendidikan lain menyebutnya sebagai multipleks yang berarti beberapa lapisan.

Plywood terbuat dari beberapa lembaran tipis, atau lapisan yang arah seratnya disusun saling melintang antara lembaran bawah dengan lembaran bagian atas secara bersamaan dengan lem khusus di bawah tekanan besar sehingga didapatkan ketebalan tertentu. Lembaran-lembaran tersebut biasanya di peroleh dari proses pengupasan kayu log secara rotary. Dari proses ini diperoleh lembaran yang lebar dan panjang pada ketebalan yang kecil (0.3mm - 3 mm).

Dari konstruksi yang digunakan untuk membuat plywood, maka bahan ini sangat tahan terhadap resiko pecah/retak, melengkung atau melintir yang tergantung pula pada ketebalannya. Dimulai dari standar ketebalan 3mm, 4mm, 6,9,12,15,18mm dan seterusnya.

Pada awalnya plywood diproduksi karena kebutuhan akan papan lebar sangat besar dan apabila menggunakan kayu solid sangat beresiko tinggi terhadap efek penyusutan kayu (melengkung, melintir dan pecah/retak). Namun demikian plywood juga memiliki keterbatasan dalam ukuran panjang dan lebar.

Kelebihan plywood adalah karena daya tahannya terhadap penyusutan kayu dan ukuran panjang lebar yang tidak mungkin didapatkan dari kayu solid pada posisi kualitas yang sama.
Tetapi bukan berarti plywood punya daya tahan yang sama kuatnya terhadap cuaca. material ini hanya direkomendasikan untuk perabot di dalam ruangan (indoor). Kelemahan paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar. Untuk mendapatkan kehalusan yang baik harus ditambahkan penutup sisi tebal.

Pembuatan Plywood

Ady Kurniawan Putera     14:49  No comments
Proses awal pada dasarnya sama dengan proses pembuatan vinir kayu karena plywood terbuat dari lapisan beberapa lembar vinir. Pembuatan papan buatan, dalam hal ini multipleks, adalah proses lanjutan dari pembuatan vinir.

Memilih Log
Langkah pertama dalam pembuatan papan buatan adalah memilih log. Log dipilih berdasarkan kelurusan dan diameternya bundar atau tidak. Log yang baik untuk pembuatan plywood adalah yang bebas dari mata kayu.

Debarking hingga Vinir Drying
Proses ini persis seperti yang dijelaskan pada proses pembuatan vinir.

Gluing
Aplikasi bahan lem menggunakan roller coater sistem dan lem yang digunakan adalah jenis urea resin atau phenol-Formaldehyde. Jenis lem yang mengandung formaldehyde diketahui kurang baik untuk kesehatan dan lingkungan yang mana bahan kimia yang digunakan untuk membuat lem ini bisa mengakibatkan penyakit kanker.
Oleh karena itulah beberapa konsumen besar saat ini mensyaratkan pabrik furniture mereka untuk menggunakan papan buatan yang bebas dari kandungan formaldehyde dengan cara melakukan test secara berkala.

Terdapat beberapa standar ukuran dan metode pengetesan untuk bahan kimia ini. Grade paling tinggi adalah E0 yang berarti NOL emisi. Kemudian terdapat grade E1, E2 san seterusnya.


Pressing
Lapisan-lapisan vinir diatur di bawah mesin press dengan tekanan tinggi hingga ketebalan yang diinginkan. Sebuah mesin press plywood bisa memuat sekaligus untuk 50 lembar plywood dalam sekali tekan selama 3-4 menit.
Dengan jenis lem yang berbeda, pressing bisa dilakukan dengan 2 metode yang berbeda, hot press dan cold press.

Hot Press: Lazim dilakukan untuk plywood dengan bahan baku softwood dengan suhu mencapai 120 °C selama hampir 10 menit. Akurasi waktu pengepressan, tingginya tekanan dan temperatur sangat penting pada proses ini.

Cold Press: Dilakukan dengan alat tekan hidrolik atau putar. Jenis lem yang digunakan biasanya adalah resin atau urea-formaldehyde yang memiliki proses pengeringan lebih lama. Pengepresan dilakukan selama 4-24 jam.


Cutting, Sanding
Lembaran-lembaran plywood yang telah kering kemudian di potong sesuai dengan ukuran standar arah panjang dan lebar. Permukaan plywood dihaluskan dengan mesin amplas dan cacat-cacat produksi dibersihkan atau diperbaiki.

Quality Control
Terdapat grade kualitas pada plywood yang dikenal dengan standar kualitas A hingga C. A mewakili kualitas paling tinggi dan C kualitas paling rendah. Standar kualitas untuk plywood antara lain: tidak terdapat 'overlap' vinir atau terkelupas, warna dan serat kayu dan akurasi ketebalan plywood.

Selasa, 15 Januari 2013

Mengatasi Triplek yang Melengkung

Unknown     22:13  No comments

Tips Mengatasi Triplek yang Melengkung



Triplek merupakan salah satu jenis bahan pembuatan furniture. Selain untuk furniture triplek juga bisa dimanfaatkan untuk banyak kepentingan. Triplek sekarang ini banyak sekali, mulai dari bermacam – macam ketebalannya hingga beragam jenis bahan atau kayu yang digunakan untuk membuat triplek.
Kelemahan Triplek
Tetapi tripek punya satu kelemahan yang sering kita jumpai yaitu mudah melengkung atau bergelombang. Apalagi jika tingkat ketebalan triplek hanya 3mm akan sangat rentang pada sobekan dan mudah melengkung. Jika Anda ingin memakai bahan triplek untuk furniture Anda sebaiknya pilihlah yang berkualitas. Tingkatan kualitas ini bisa dilihat dari segi berat dan warna triplek. Triplek yang bagus agak susah dipotong dengan gergaji atau pisau cutter dan warnanya agak merah atau agak gelap kecoklatan. Sedangkan triplek yang jelek bobotnya ringan, mudah melengkung jika dijemur dan mudah dipotong dengan pisau cutter.
Cara Mengatasi Kelemahan Triplek
Walau Anda menginginkan kualitas triplek untuk furniture yang bagus, tetapi Anda akan kesulitan mendapatkannya jika Anda membeli furniture yang sudah jadi. Hal ini dikarenakan triplek yang bagus biasanya dijual khusus di toko yang menjual tripleks. Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa cara yang perlu dilakukan jika bahan triplek furniture Anda mengalami perubahan, diantaranya adalah :
      1.  Cara Meratakan Triplek Sebelum Kita Meluruskanya.
      Adapun cara meratakan triplek sebelum kita meluruskannya yaitu :
  • Dempul bagian yang berlobang atau kasar menggunakan campuran kalsium dan lem kayu. Jika Anda ingin mempercepatnya bisa menggunakan cat tembok yang agak kental dengan menutup bagian yang kurang rata tersebut dengan alat kape ataupun potongan triplek).
  • Selain cara di atas juga bisa dengan menggunakan cat tembok dan kuwas yaitu dengan model pengecatan tutul-tutul.

2.  Cara Meluruskan Triplek Yang Melengkung Dengan Menggunakan Air.
Jika Anda ingin mengecat ulang triplek tersebut dengan cat minyak, Anda bisa mengguyur triplek tersebut dengan air lalu angin – anginkan sebentar dengan menyenderkannya pada dinding supaya air yang terserap triplek tidak terlalu banyak lalu letakkan pada lantai yang kering dan rata pada tempat teduh biarkan hingga kering. Maka setelah triplek tersebut kering maka triplek yang melengkung menjadi lurus kembali.

3.  Cara Meluruskan Triplek Yang Melengkung Dengan Cat Tembok.
Dalam meluruskan triplek selain menggunakan air juga bisa menggunakan cat tembok. Cat yang digunakan bisa menggunakan cat tembok oplosan. Caranya dengan mengecat triplek tersebut dengan cat dasar atau cat oplosan untuk menutupi pori-pori.  Lalu letakkan pada lantai yang rata biarkan sampai cat dan triplek kering.

Kesimpulan
Itu beberapa cara dalam meluruskan triplek. Cara ini sebenarnya lebih cocok untuk triplek yang belum jadi bahan furniture dan dalam bentuk potongan – potongan sehingga lebih mudah dalam pelurusannya. Cara ini cocok untuk triplek yang ingin dibuat untuk kaligrafi. baca juga tips memotong triplek

source link

Tips Memotong Triplek

Unknown     16:32  No comments
Memotong papan buatan, terutama plywood/multiplek jika tidak dilakukan dengan tepat akan memberikan hasil yang kurang memuaskan. Lapisan vinir tipis paling luar sangat mudah terkelupas terutama oleh efek putaran gergaji apabila pemotongan tidak dilakukan dengan benar.
Layout Pemotongan
Ukuran standar plywood yang lazim digunakan saat ini adalah 2440 x 1220mm; dan 1800 x 900mm. Susunan arah serat pada kedua jenis ukuran tersebut sama, yaitu searah dengan ukuran panjang. Dengan kondisi tersebut, maka perlu direncanakan dengan baik arah pemotongan maupun langkah2 pemotongan plywood.
Pada produksi dengan jumlah kecil layout pemotongan bukanlah prioritas utama. Sedangkan bagi pabrik yang memproduksi misalnya: perabotan kantor, meja TV, almari dan kabinet dapur secara massal, perencanaan matang sangat diperlukan.
Definisikan ukuran dan bagian perabot yang anda perlukan dan gambarkan pada layout plywood. Cari dahulu komponen yang memiliki ukuran lebar paling besar (misalnya top table) baru gambarkan komponen papan yang lebih kecil.
Usahakan agar komponen yang memiliki lebar sama atau mendekati berada dalam satu alur ke arah panjang. Tujuannya adalah agar proses pembelahan plywood lebih cepat dan menghasilkan hasil potongan yang baik dan halus.
Tips pemotongan plywood
1. Hindari pemotongan melintang arah serat vinir. Selain kurang efisien juga akan beresiko ujung potongan kasar.
2. Gunakan bilah gergaji dengan konfirgurasi mata yang sesuai untuk plywood. Mata gergaji untuk plywood biasanya memiliki susunan kombinasi, sudut dan jumlah tertentu untuk mengoptimalkan hasil potongan.
3. Apabila anda memotong menggunakan Table Circle Saw: Letakkan permukaan yang baik di atas.
4. Apabila anda memotong menggunakan Portable Circle Saw: Letakkan permukaan yang baik di bawah.
5. Belah salah satu bagian sisi panjang dan sisi lebar (± 10 mm) untuk menghaluskan sisi luar plywood agar didapatkan garis potongan yang baik. Tidak semua plywood yang datang dari pabrik memiliki sisi luar yang lurus dan juga biasanya ada cacat karena benturan pada saat pengiriman.
6. Tempelkan selotip sepanjang garis potong untuk menahan vinir agar tidak terkelupas. Cara ini tidak direkomendasikan untuk pemotongan dalam jumlah besar karena akan memperlambat proses. Untuk jumlah kecil dan produk berkualitas tinggi sangat disarankan.
7. Tempelkan selembar panjang papan kayu solid atau plywood di bagian bawah lembaran yang akan dibelah. Hal ini sama fungsinya dengan selotip namun lebih kuat dan stabil.
Untuk tujuan yang sama bisa pula dilakukan pemotongan top vinir menggunakan pisau cutter atau paku agar serat kayu tidak rusak.

Bisnis Online

Freeware

Interior

MARKETING

MARKETING
ADY KURNIAWAN PUTERA

HP / WA : 0813-6348-9977