Cat dasar (sealer) adalah cat tembok yang biasanya berwana putih berfungsi untuk menahan alkali serta menahan segala macam zat kimia yang muncul dari dalam tembok agar tidak merusak lapisan cat yang berada di atasnya. Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut: Cat dasar tidak direkomendasikan untuk diencerkan, karena sudah diformulasikan agar dapat langsung diaplikasikan tanpa perlu penambahan air. Apabila ditambahkan air maka kekuatan dari sealer... Read More »
Pengecatan pada tembok lama (yang sudah pernah dicat) memerlukan perlakuan yang lebih banyak dibandingkan dengan tembok yang baru karena tembok tersebut sudah ada cat lama yang kondisinya sudah tidak bagus lagi. Adapun cara persiapan yang harus dilakukan antara lain: Uji daya rekat cat lama dengan cara membuat garis bersilang pada permukaan cat lama menggunakan cutter/pisau agar menembus sampai permukaan tembok, kemudian tempelkan lakban/solasi... Read More »
Gunakan kertas lakmus untuk mengukur kadar alkali. Kertas ini dapat dibeli di toko bahan kimia. pH (kadar alkali) tembok harus sudah menunjukan angka 7-8. Kalau kadar alkali menunjukan angka di atas 8, berarti reaksi kimia semen belum sempurna sehingga tembok belum layak untuk di cat. Kalau kadar air sudah dibawah 10 tetapi kadar alkali masih diatas delapan berarti masih ada semen yang belum... Read More »
Untuk melakukan pengecatan di permukaan tembok yang baru maka hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: Tembok harus sudah kering sempurna, minimum tembok harus sudah berumur 28 hari. Periksa kelembaban (kadar air) tembok degan alat pengukur kelembaban yang disebut Protimeter, kadar air (kelembaban) harus sudah berada pada kisaran angka di bawah 10. Apabila tidak mempunyai alat ini, maka pemeriksaan kadar kelembaban dapat dilakukan dengan menggunakan... Read More »